BROKEN LOVE (End)

BROKEN LOVE (End)

  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Pagi ini Bima sedang dalam perjalanan menuju ke kantor. Saat di depan kantor seseorang memanggil nya "Bim, tunggu" ternyata Rachel sudah 10 menit yang lalu menunggu Bima. Bima menoleh ke belakang "mau apa Lo". "Gua mau ngomong sama Lo" menarik tangan Bima. Bima melepas tangan Rachel "Ngomongnya disini aja". "Ini penting Bim" Bima malas berdebat lalu dia mengiyakan Rachel " di mobil Lo?". Mereka sudah berada di dalam mobil Rachel lalu Rachel menunjukkan sesuatu ke Bima "Apaaa, hamil" Bima kaget. Rachel menunjukkan hasil testpack yang positif "iya gua hamil dan ini anak Lo" memegang perutnya. Bima menarik rambutnya frustasi "aaarghhh". "Lo harus tanggung jawab Bim, Gua gak mau anak ini lahir tanpa seorang papa" sambil meneteskan air mata Bima hanya diam tanpa mengomong sepatah katapun. Rasanya badan nya melemah dia tidak kebayang jika Clara tahu semua ini. "Bim Lo denger Gua gak?" "Iya Gua denger Lo" suara Bima melemah. Rachel memeluk Bima dan dia tersenyum puas karena rencananya berhasil juga untuk kali ini. "Gua harus kerja" Bima melepas pelukan Rachel dan turun dari mobil. Bagaimana keadaan Clara, apakah dia bisa menerima semuanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Vericha Aflyn ✔️
  • ARION [END]
  • Bad Papa
  • Aku Adalah Lukamu
  • DRABIA [END]
  • BRINCA
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • Rintik Hujan

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines