DAMPARAN

DAMPARAN

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juli 11, 2021
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Adalah salah satu cerita anak tentang permainan tradisional . Dimana DAMPARAN itu sendiri adalah sebuah permainan yang di mainkan anak-anak generasi 90-an. Cerita ini bertujuan untuk mengenang dan memberitahukan jenis-jenis permainan jaman dulu pada generasi mendatang. Sebenarnya cerita ini adalah salah satu cerita Nubar (nulis bareng) yang "mandek" dengan berbagai alasan dan masalah tersendiri dari para penulis. Dengan harapan semoga tulisan ini dapat mengispirasi dan membuat generasi penerus dapat mengerti indahnya permainan tradisional .
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Transmigration Of Story Writers
  • TRANSMIGRASI??BODO AMAT!!! [END]
  • High School Love Story [Short Story]✔️
  • Mesin Waktu
  • Perjalanan Seorang Introvert
  • My Tetangga My Friend [LENGKAP]
  • ( END )Transmigrasi Seorang Fudan

"Sya" panggil Alita namun tak mendapat jawaban. "Syaaaa" panggilnya sekali lagi. "Hmmm" Rasya hanya mengguman. "Ish! jawabnya yang bener dong!" ucap Alita kesal, membuat Arsya tertawa dalam hati. Arsya hanya menghela nafas berat, "Kenapa al?" tanyanya. "Lo pernah suka pake banget sama cewe ga?" tanya Alita sambil memasang wajah yang serius. "Ga" jawabnya, lalu baru saja Alita ingin membalas Arsya sudah mendahuluinya "kecuali ke lo" sambil tersenyum ke arah Alita. Alita yang mendengar penuturan tersebut langsung memalingkan wajahnya yang sebentar lagi akan berubah warna menjadi tomat. " Gitu aja salting " balas Arsya. "Ish! nyebelin lo" balas Alita tak kalas sadis. "Bercanda sayang" bujuk Arsya sambil merangkul bahu Alita Kadang seperti itulah percakapan mereka, kadang Arsya yang bersikap acuh kadang pula bersikap romatis Kalian penasaran bukan dengan awal perkenalan mereka? Alita si troublemaker yang suka bikin onar tidak patuh akan peraturan sekolah dipertemukan oleh Arsya si ketua osis yang tegas akan peraturan sekolah. Lantas bagaimana cara mereka bisa saling mencintai kalau disetiap harinya selalu terjadi cekcok diantara mereka apalagi banyak perbedaan diantara mereka.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien