RANGGANA  2958 MDPL

RANGGANA 2958 MDPL

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 14, 2024
Ranggana Mahasura. Menjadi mahasiswa jurusan Hukum adalah suatu pencapaian dalam usahanya. berpikir kritis tenang dan dewasa adalah dirinya. hingga satu waktu matanya melihat dimana anugerah yang Tuhan ciptakan di bumi ini. Naladhipa Himawari . Langkah kecil membawanya menuju takdir yang memberinya kejutan besar sehingga terus menatap langit mempertayakan kepada Tuhan mengapa dirinya diberi hal yang tidak pernah dirinya sangka "2958 Mdpl menjadi saksi akan terjadinya 1 rasa 2 raga". Ranggana Mahasura "Langkah kecilku ini membawaku kepelukan ciptaan Tuhan yang sangat aku syukuri. Naladhipa Himawari
All Rights Reserved
#6
antropologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • KITAB SAKTI PUKULAN LUNAK
  • KENYA GERVASO
  • Tulip
  • The Blue Sweater And The Blur
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)
  • AETERNA  | Selesai✓
  • BALAS DENDAM! ✔
  • Sebening Cinta Rayhana (✔️)

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines