Untuk Nattal

Untuk Nattal

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
Kau menghubungiku malam itu ketika aku sudah separuh jalan melupakanmu.Hanya untuk menyelesaikan masalah terkait masa lalu yang belum sempat aku dan kau utarakan.Ini sungguh menyesakkan.Bagaimana kau tahu aku dengan susah payah melupakan setiap bait yang berhubungan dengan namamu.Betapa sulitnya membuang kisah yang sudah menjadi sejarah.Namun tamengku sudah tak kuat lagi menahannya. Ketika suara beratmu via telepon di malam petang,sekedar mengucap "aku rindu kamu".Seketika semua usahaku untuk melupakanmu buyar.Lalu,berapa ratus lagi tameng harus kupasang,agar aku benar-benar melupakanmu?Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa.Sudah lama aku melewati hariku tanpa hadirmu.Namum kau kembali datang tanpa membawa aba-aba.
All Rights Reserved
#154
kakakkelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • ELBITHARA
  • Hilang
  • Stolen Before Fallen
  • KARA
  • Jadi Baby?! [Lengkap]
  • RAKA [Completed] ✓
  • Embun di Ujung Semanggi
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)

Kaleodra Lyorine atau kerap dipanggil Lea sejak kecil. Gadis ceria nan ramah, dibesarkan dengan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya yaitu Irfan dan Velie. Namun, pada suatu hari ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa. Alih-alih pergi ke akhirat ia diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan keduanya di tubuh seseorang. Siapa sangka tubuh gadis yang ia tempati adalah tubuh saudara kembarnya. "Gue punya kembaran? Kenapa Bunda sama Ayah gak pernah cerita?" bukan hanya terkejut akan jiwanya yang memasuki raga sang kembaran, tetapi juga ingatan yang memutar bak kaset rusak, ingatan menyakitkan yang bahkan ia tak menyangka saudaranya mengalami semua hal itu saat ia selalu tertawa bahagia. "Jiwa Lo kemana? Seberat itu ya?" Perlahan Lea mengingat semua kejadian yang kembarannya alami. Lea masih tak menyangka, ia menggigit bibirnya ketika berbagai perasaan asing muncul dari hatinya. Itu terasa seperti sedih, kecewa, marah, dan dendam. Cover by: pinterest & canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines