Zhenaya Azukura

Zhenaya Azukura

  • WpView
    Reads 1,178
  • WpVote
    Votes 359
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 22, 2022
Gw menjadi incaran para vampire pembunuh termasuk kakak gw sendiri.Bahkan gw sendiri nggak tahu kalau gw pernah menjadi bagian dari mereka(Vampire) Dan juga gw harus berjuang melawan darah suci ini,karena tetap gw nggak punya pilihan.Kalau nggak jadi monster pembunuh gw bakalan mati di tangan orang yang gw sayangi. Asper,adalah leluhur gw,dialah pemilik darah suci ini.Meski ia sempat menjadi monster pembunuh tapi ia juga berhasil mengalahkan darah ini.Walau ia harus mengorbankan dirinya sendiri. Pada awalnya darah ini tidak terlalu berpengaruh pada diri gw karena gen vampire yang sempat di non aktifkan oleh Alpha,karena itulah darah ini tidak bisa menyerang gw pada waktu itu. Karena saat itu gw sangat menikmati kehidupan menjadi seorang manusia biasa,dan itu benar-benar membuat gw menjadi manusia sejati yang padahal itu hanya sementara.Karena gw terikat janji dengan Alpha. Pertemuan gw dengan Clara,Brayn,Hans,Peter dan Bily yang tak lain adalah Mate gw.Perjanjian gw dengan Alpha ada pada setiap hembusan nafas gw.
All Rights Reserved
#156
serigala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Savior Mate (Diterbitkan)
  • Who the Real Villain? [2]
  • Vampire Hunter
  • My Love For Vampire.
  • Aku dan Saudara Kembarku [END]
  • THE KILLER
  • My Husband Is Vampire
  • ALPHA'S DESTINY [ END ]
  • REINKARNASI (END)

Fantasy-werewolf "Apakah setiap serigala memiliki mate dari kaumnya sendiri?" Tanyanya. Dahi Arnold berkerut. "Tidak juga, ada beberapa dari mereka yang memiliki mate dari seorang manusia bahkan yang paling ekstrem dari bangsa vampire, meski hal itu sangat jarang terjadi-tunggu!" Arnold menegakkan tubuhnya. "Kau sudah menemukan mate-mu?" Tanya Arnold. Gabrielle terdiam, dalam hatinya tengah bergejolak. Arnold terkekeh. "Bagus kalau begitu, kau menemukan mate-mu lebih cepat, dibandingkan aku yang belum menemukannya. Kau bisa menghisap darahnya untuk bertahan." Kekehnya. "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle tiba-tiba membuat Arnold tersentak. "Mengapa?" Tanya Arnold. "Bukankah kau butuh dia untuk tetap hidup sebagai vampire?" "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle mengulang, membuat Arnold menyeringai. "Tentu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines