Destiny Admirer

Destiny Admirer

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 31, 2021
Aku Starla Millanda, gadis introvert. Seperti yang kalian tahu, kebanyakan gadis introvert tidaklah pandai bergaul, sama sepertiku. Aku tidak mempunyai banyak teman, bahkan tidak sama sekali, ah, aku melupakan satu sahabatku, Vellania Faradilla, dia sahabatku sejak kecil, dia yang selalu ada disampingku setelah kedua orang tuaku. Aku tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, karena kepribadianku tersebut. Hingga saat aku menginjakkan kakiku di dunia putih abu-abu, aku mulai merasakannya. Cinta. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama untuk yang pertama kalinya, lewat suaranya yang tegas bukan parasnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • DEAR "SECRET LOVE"
  • Jejak Perasaan di Ujung Kenyataan
  • MARSHA (END)
  • Love Me Back
  • ANGKASA βœ”
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❀]
  • Markxelio
  • Perfect Destruction
  • Jejak Waktu [Complete]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines