Scheinehe (Wedding Story)

Scheinehe (Wedding Story)

  • WpView
    Reads 1,196,615
  • WpVote
    Votes 11,232
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 11, 2021
Bagaimana perasaan kalian jika Papa kalian berkata akan menikah lagi di tahun ke-6 meninggalnya Mama kalian? Menolak? Sudah pasti! Aku, Danisa Putri Mahardika tidak akan sudi memiliki Ibu tiri walau sebaik apapun wanita itu! Tapi demi menolak adanya Ibu Tiri, aku harus menikah dengan Fauzan - sahabat cowok paling somplak yang pernah aku punya-. Kalian bisa membayangkan rasanya menikah dengan sahabat kalian dari kecil? Apalagi cowok itu Fauzan... cowok terabsurd dan termenyebalkan yang pernah hidup di dunia ini. Bakal jadi apa masa depanku? Hiks~ Cover by: Freak but Awesome (@jaf4453y) Info seputar Scheinehe (Wedding Story) lewat OA Line (@Iwe5832e) BACA HANYA MELALUI WATTPAD: https://my.w.tt/NEOiVS8m85
All Rights Reserved
#10
lani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • [ END ] I Love (Hate) You, Pak Dosen!
  • Ekawira Danadyaksa~Completed
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Senja untuk Genta
  • Reason
  • impLOVEssible ✔ [ Sudah Terbit ]
  • ILALANG (TAMAT)
  • NEAR (COMPLETED)
  • AgniaDiary's

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines