DynaVel
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang perempuan berparas cantik tengah berteduh, ia menelusupkan kedua tangannya di kantong jaketnya. Dingin. Itu yang ia rasakan saat ini. Sudah berjam-jam, Dyna menunggu namun hasilnya nihil. Pria itu tidak datang menemuinya. Kemana pria itu pergi? Dyna sudah lelah dengan semua ini. Sebuah janji yang selalu dilontarkan membuat Dyna luluh namun pada akhirnya pria itulah yang membuat hatinya retak tak berbentuk lagi. Mati rasa? Mungkin saja Dyna sedang mengalami hal itu. Tetapi entahlah, sudah tidak ada lagi yang peduli kepadanya. Hanya kedua orang tua nya saja dan Kakaknya lah yang peduli padanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersaing dengan Masalalu
  • HATI YANG TERPILIH
  • Together, Against all Odds (T.A.A.O) (LENGKAP)
  • GIFA
  • Terlambat (End-Terbit)
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Hurt Girl! (Completed)
  • Komandan Tampanku
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • AKSELIO NALENDRA

Alia Wenang kira kehidupannya sempurna, menjadi seorang Ibu Persit dari Dwikara Prasetya dan juga ibu untuk Andika Prasetya yang tengah aktif-aktifnya di usianya yang sudah memasuki sekolah dasar meski, tapi sayangnya kesempurnaan yang dia rasakan nyatanya tidak lebih dari sebuah fatamorgana. Suami yang Alia kira mencintainya nyatanya masih terjebak dengan masalalunya, seorang sahabat yang di cintai suaminya seumur hidupnya, perempuan pembuat patah hati sebelum akhirnya Dwikara bertemu dengan Alia. Sakit hati, hancur, marah dan kecewa, itulah yang Alia rasakan saat tahu kenyataan tersebut hingga membawa Alia pada sebuah dilema yang sulit akan dua pilihan. Bersaing dengan Masalalu, akankah Alia berhasil mengalahkan sosok-sosok penganggu tersebut? Atau malah Alia memilih menyerah meninggalkan Dwikara dengan sejuta penyesalan. _Pahami dulu hatimu, Bang. Coba tanya, kamu ini masih menyimpan rasa atau kamu hanya sekedar terjebak pada kenangannya_

More details
WpActionLinkContent Guidelines