Ketika Kamu Datang

Ketika Kamu Datang

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 11, 2021
Lagi-lagi ditinggalkan, lagi-lagi dipatahkan, lagi-lagi sendirian, dan lagi-lagi jomblo. Semoga saja setelah ini akan ada kebahagiaan setelah semua yang kulalui. Kisah seorang gadis yang selalu ditinggalkan entah sudah kali ke berapa. Rasanya ia ingin menyerah dan tak lagi menjalin hubungan dengan sosok pria manapun. Merasakan ditinggalkan untuk kesekian kalinya rasanya begitu menyesakkan. Namanya juga hidup, meskipun ditinggalkan berkali-kali hidup pun akan terus berjalan. Bumi pun akan terus berputar dan waktu pun tidak berhenti begitu saja. Tetapi suatu ketika ia menemukan sosok baru yang hadir dalam hidupnya. Apakah sosok itu mampu menyembuhkan luka yang sudah ia rasakan berkali-kali? "Teruntuk manusia baikku, aku sayang kamu" -Anindira Prameswari- ⚠️Typo nyangkut dimana-mana ⚠️Jangan lupa vote dan follow ⚠️Tulisan ini belum sepenuhnya sempurna jadi harap maklum
All Rights Reserved
#109
anin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Garis Takdir di Istanbul
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA
  • LED ASTRAY
  • About feelings   (selesai)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • PAIN (TERBIT) ✔

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines