We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Your So Cold

Your So Cold

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ia benar-benar berharap kejadian masa lalu tidak lagi terulang. Cukup hidup di tengah hutan saja yang membuatnya tersiksa, tidak dengan kehilangan. Cukup masa lalunya saja ia merasakan kehilangan, tidak untuk kedua kalinya. Kenyataannya, ia harus dihadapkan oleh hal yang paling tidak ia inginkan. Dan, malam ini ia harus mengubahnya atau ia tidak akan menemukan jawaban. Jika di masa lalu ia harus kehilangan sang mama dan tidak bisa melakukan apa pun, maka tidak untuk sekarang. "Non Arin!" Suara satpam itu semakin mendekat, membuat jantung Arin berdebar kencang. Arin berharap agar malam ini ia tidak tertangkap lagi. Hingga, ada yang menarik tangan Arin dan membawanya pergi ke balik pohon besar.
All Rights Reserved
#11
tokobuku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Sungai-Sungai Menuju Neraka
  • NEVERTHELOST || Love In Silence
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Empty | 00L NCT Dream
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Embrace again, Arnan
  • Brave Alone

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines