We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MASIH MENCINTAINYA

MASIH MENCINTAINYA

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang rasa yang pernah tertinggal sejak 7tahun lalu, kini semua seketika kembali. Dan masih dengan rasa yang sama. Aku masih mencintainya, sungguh. Namun, aku tidak mungkin meninggalkan pasanganku saat ini. Rasanya aneh, kita sudah tidak pernah bertemu bertahun-tahun. Bahkan, tiga tahun belakang, kita menjalani kehidupan dengan memiliki pasangan masing-masing. Aku harus bagaimana? Meninggalkan pasanganku saat ini dan kembali padanya? Atau tetap bertahan dengan pasanganku dan menghapusnya dari ingatanku? Apakah aku akan sanggup? Tuhan, tolong bantu aku.
All Rights Reserved
#4
rasayangtertinggal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • di akhir perang
  • Friend's Zone's
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Antara Aksara dan Kata
  • Narasi patah hati
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • TAK BERSAMBUT
  • Senja Terakhir

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines