How You Love to Hate Me

How You Love to Hate Me

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 18, 2021
"Berhenti mencari-cari alasan untuk membenciku, Langit. Kamu tidak akan mampu." - Ilana. __ Langit Rahadi Aryasatya, pewaris satu-satunya keluarga Danuandra dan Ilana Mahira Althaf, peneliti muda dengan image perfeksionis menjalani pernikahan yang diawali dari sebuah perjodohan klasik antara kedua keluarga. Namun demikian, keduanya memiliki alasannya masing-masing untuk menerima perjodohan tersebut, lebih dari sekedar menyelamatkan kehormatan keluarga ataupun menyenangkan orang tua. Daripada sebuah perjodohan, Langit percaya takdirlah yang membawa ia dan Ilana pada sebuah pernikahan yang tampak normal dari luar. Jika suatu hari nanti takdir akan membawa ia dan Ilana pada sebuah perpisahan, maka Langit juga akan menerimanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • My Reason of Love (Selesai)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Oh, My Husband (21+) (TERBIT)
  • The Love From The Start
  • Mengikat Hati [✓]

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines