Last Puzzle

Last Puzzle

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 14, 2021
Healing is when the pain is gone, not closed with the word okay. -Last Puzzle. *** "Kalau sakit bilang sakit. Senyum doang nggak bakal buat lo sembuh!"-Abay *** Fardhan Abay Antargata , laki-laki pemarah yang tidak pernah peduli dengan sekitarnya. Tapi itu dulu, sebelum Zeya mengacaukan hidupnya. Hampir semua hal yang dilakukan gadis itu pasti bersangkutan dengan Abay. Gadis periang dengan ketengilannya itu seolah tidak bisa sehari saja tidak membuat kesabaran Abay menipis. Satu-satunya gadis yang berani mengusik Abay, laki-laki dengan kesabaran setipis tisu. Berawal dari Abay yang hanya ingin agar gadis itu berhenti mengganggunya dan mengetahui alasan keterlambatan Zeya sekolah malah membawa Abay terlalu jauh masuk ke dalam hidup Zeya. Gadis dengan senyum menular namun tak nyata. ⚠️ TERDAPAT BEBERAPA KATA KASAR! ⚠️ MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN!
All Rights Reserved
#308
bad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • ASTER
  • FRIEND ZONK
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Sakit? |✔
  • Still With You
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Paradise
  • Can Be With Love ✅
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines