YORE
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
Asha's POV Satu detik yang lalu merupakan masa lalu, itulah mengapa hal terkejam yang ada di dunia ialah waktu. Ia tidak menerima toleransi dan terus maju tanpa memberi celah kepada sang penikmatnya untuk lebih menikmati masa. Maka dengan ini, akan kuceritakan kepada kalian tentang sosok pemeran utama yang mengambil alih pikiran. Ia pernah bersamaku, namun akhirnya punah juga. Sengaja tulisan ini dibuat, karena hanya dengan kata, kisah kita akan menjadi sebuah cerita dengan keabadian yang akan tetap bertahan walau waktu terus berjalan. Lelaki itu, terus menghampiri kala gelap menelusup ke dalam pikiran. Entah apa maunya, yang pasti jika memori itu menghantui, maka tidak bisa dihindari.
All Rights Reserved
#561
coldboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • When Your Heart Talk [Completed]
  • DEAR LOVE
  • EPIPHANY
  • SOULMATE: Always and Forever Aldo
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • Once and Never Again
  • Ali Arkhan
  • GALAKSI MENTARI (TAMAT)
  • Jejak Waktu [Complete]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines