Just FOR YoU

Just FOR YoU

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 14, 2021
"buka cadar mu nak" ucap wanita berkepala 5 itu pada anaknya. saat tangan lentik itu bergerak ke atas dan berhasil menemukan kaitan cadarnya, tapiii.... "tunggu sebentar" sergah seorang laki-laki berbaju Koko berwarna biru tua itu. "ada apa nak?" tanya wanita itu yang tak lain adalah ibu dari sang gadis. "saya tidak ingin melihat wajahnya" tuturnya dengan menatap mata gadis itu sekilas. "Apa kau ragu dengan rupa anakku" seloroh wanita itu. "Bu saya hanya ingin menjaga kehormatan dirinya sebagai seorang muslimah, soal wajah saya tidak mencari seorang pendamping hidup yang rupa nya sempurna akan tetapi saya mencari pendamping yang akhlaq nya sempurna, dan saya dapatkan itu semua dari anak ibu, jadi untuk masalah cantik atau tidaknya anak ibu nanti saya akan terima semuanya, karena saya menikahinya bukan karena nafsu tapi saya menikahinya karena saya tulus untuk membimbing nya menjadi pasangan saya hingga syurga" Alhamdulillah Semoga kalian suka ya... Ini cerita gabut yang aku buat untuk kalian. Dan di cerita ini aku selipkan keinginan ku yang mungkin bisa tercapai semoga :) Vote dan komennya ya... Jazakillah Khoir :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • My CaIm✓ [HIATUS]
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Eternal Love Of Dream [End]

'Apa hanya aku disini yang merasa bahagia dengan persahabatan ini? Apa hanya aku yang berjuang mempertahankan persahabatan ini? Atau malah bukan aku, ketika Genta mengucap kata indah yang semua wanita harapkan dari berbinar-binarnya mata seorang lelaki yang mencintai dengan tulus. Ternyata akulah yang merusaknya. Sebenarnya tidak ada yang kekal di dunia ini, bukan tentang ke-keras kepalaan manusia untuk mempertahankan argumennya bahwa sudut pandang setiap orang dalam berpikir berbeda, tapi karena waktu berputar, tiada manusia yang tidak berubah, dan tiada hati yang menetap kecuali itu adalah takdir.' . . Hi, aku penulis baru. Cerita ini sebenarnya gak mau aku publikasikan, tapi kayaknya bakalan berlumut kalau cuma jadi privasi. Karena aku baru-baru nulis, wawasannya belum banyak, maaf kalau kata-kata atau ejaannya masih blepotan. Semoga ceritanya menyenangkan, Selamat membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines