SETITIK TANGISAN

SETITIK TANGISAN

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Adiwingga Redian, cowok yang memiliki jalan cerita lika-liku. Kepercayaan dan kepedulian nya mengantarkan ia kepada titik terendah dalam hidupnya. Orang terdekat nya pun bahkan ikut menghancurkan dirinya. Pengkhianatan, itulah yang ia rasakan! Kini kepercayaan dirinya pun telah ikut hilang bersama rasa kecewanya. Lantas, pengkhianatan apa yang dibuat orang terdekatnya hingga Wingga bahkan enggan untuk memaafkan mereka? dan apakah Wingga akan bertahan dengan kehidupannya yang penuh dengan pengkhianatan itu? Lalu apakah cewe baru yang selalu mengganggu dirinya itu akan bersikap sama, mengkhianati dirinya? "_Pada akhirnya aku berada dititik dimana aku mengeluarkan air mata_"- ujar Wingga sembari mengeluarkan air matanya. Wingga melebur bersama isak tangisnya. Ia tak tahan sungguh. Ia kalah dan ia ingin menyerah pada kehidupannya.
All Rights Reserved
#267
selingkuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Story Stela
  • KHALILA AND OTHERS
  • DRABIA [END]
  • GREENSTA [END]
  • Kayla
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Breathe
  • My Dangerous Boy
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines