Na yaa ra (coming soon) ✓

Na yaa ra (coming soon) ✓

  • WpView
    LECTURAS 64
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 12, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Spoiler‼️ Aku berlari, aku berlari dengan perasaan bahagia yang tak terlukiskan oleh kata-kata sambil memeluk hadiah kecil yang akan ku berikan pada Chen. derai air mata bahagia tak kunjung surut. aku bahagia dan sangat bahagia rasanya aku benar-benar tak sabar untuk memeluk erat tubuhnya sambil mengatakan betapa aku mencintainya. Namun sayang langkahku seketika terhenti saat ku dengar dia berbincang dengan orang lain sambil menyebut namaku. "aku? maksudmu aku jatuh cinta sama Na yaa ra wanita itu?" Chen tampak kaget. "kenapa? apakah tidak?" "haha! bercandamu lumayan juga. dengarkan aku baik-baik. untuk jatuh cinta, setidaknya aku hanya akan jatuh cinta pada wanita yang memiliki level yang sama denganku! bukan wanita tak terhormat yang bahkan tak bisa menjaga harga dirinya sendiri," cibir Chen. Do young seketika melunturkan senyumnya. "Eyy ayolah! bukankah ucapanmu itu terlalu kejam?" "apakah membicarakan fakta adalah hal yang kejam? nggak lah. dengar ya, dia memang cantik aku akui itu tapi, dia tak sepolos yang kau kira. buktinya? ahh perlukah ku sebutkan hal ini? dia udah gak sempit lagi. tapi setidaknya lumayan lah jika buat sekedar pemuas nafsuku." Chen seketika membisik di akhir cibirannya. Refleks tangan Do young menampar wajah Chen sambil berkata: "Apakah hanya itu yang bisa kau katakan sebagai seorang lelaki? Pemuas nafsu? Apa selama ini kau memperlakukan Na yaa ra seperti seorang pelacur?" "Kenapa? Itu menyenangkan. Lagi pula saat bermain denganku juga dia sudah tidak perawan jadi, apa salahnya?" Ketus Chen sambil tersenyum seolah tak berdosa. *** Ternyata benar, seorang pria takkan pernah bisa berubah hanya demi seorang wanita. dia tetap pria kasar yang selalu menjadi parasit dalam kehidupanku seperti saat pertama aku mengenalnya. Aku yang terlalu bodoh kenapa mudah sekali bagiku untuk jatuh cinta dan memberikan segalanya? apa yang harus aku lakukan sekarang? hidupku benar-benar sudah di ambang kehancuran. Coming soon ya ^_^
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Amor Eterno
  • My Life ( Lookism edition )
  • Bahkan jika itu adalah anak perempuan palsu, anda harus berani
  • Leaskandaro

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido