Shee & Altarra

Shee & Altarra

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 12, 2021
Afsheena Trista Danuwangsa, Gadis pemilik mata hitam legam dan juga lesung pipi di kedua pipinya yang menambah kesan manis wajahnya. Namun bertolak belakang dengan sifatnya yang jauh dari kata manis, ia memiliki sejuta rahasia dan teka-teki dalam hidupnya. Bertemu dengan dua cowo yang membuat hidupnya berwarna memang sebuah anugerah. "Shee lo mau jadi bintang alpha orionis di rasi Orion atau bintang alpha di rasi bintang hati gue?!" Hesta berteriak diatas bukit yang dipenuhi pohon cemara "Alpha tidak selalu yang paling terang Shee, begitupun dengan lo. Lo ga harus jadi yang paling terang untuk orang sekitar, ada kalanya lo meredup dan memberi jarak antara luka dan diri lo sendiri. Please Shee jangan terluka lagi." Altarra menjelaskan sambil meneropong langit di bulan februari. "Al gue mau jadi Rigel buat lo bukan betelgeuse." Ucap Sheena dengan tegas.
All Rights Reserved
#264
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • ALGAFA
  • PILIHAN
  • Angkasa Zeavarra
  • Silent Heart!
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Wild Guy [completed]✓
  • Zenna Story

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines