"Kania meneleponku kembali, memberitahuku untuk menunggu dekat halte saja. Aku bilang bahwa masih menyelesaikan makan siang dan belum berangkat. Tak banyak bicara, dia langsung menutup teleponnya. Ya seperti itulah sifatnya, tidak banyak bicara. Aku habiskan segera makanan yang ada di depanku dan berangkat ke lokasi."
***
Selamat membaca.
Sampul diambil dari free template, semua orang bisa menggunakannya, mohon maaf jika ada kesamaan sampul, nama tokoh, tempat dll.
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Sesungguhnya saya gabisa bikin deskripsi tapi kalo penasaran baca aja ya 👍
Cinta - Dendam - dan Penghianatan
Jangan sangkut pautkan cerita ini di real life sebab ini hanya karangan author semata!!
Jangan lupa vote & follow ya wk