One And Only ( Satu Satunya )

One And Only ( Satu Satunya )

  • WpView
    Reads 751
  • WpVote
    Votes 518
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 24, 2022
Kata orang, menjadi anak satu-satunya adalah hal yg menguntungkan dan apapun keinginan anak tersebut pasti di turuti. Itupun dari orang yang hanya melihat kemudian berspekulasi. kata Kara "Eumm.. enak ga enak sih." Kemudian, suatu hari kata "Ga enak" itu dimulai. Namun, bukan karena statusnya sebagai anak tunggal. Tetapi, ketika dirinya di pertemukan dengan anak dari teman lama ayahnya yang kini tinggal bersebelahan dengannya, anak tersebut adalah anak tertua dari 3 bersaudara. Sejak pertama mereka bertemu gelombang dan hawanya pun sudah berbeda. Seakan laut terbelah menjadi dua kubu, seakan bawang putih dan bawang merah saling berseteru, seakan air putih dan minyak yang tidak dapat menyatu. Namun, harus ada salah satu yg mengalah atau sekadar mengurangi ego karena pada akhirnya mereka di sadarkan oleh keadaan dimana tidak ada untungnya sesama tetangga saling bermusuhan. Kira-kira bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua ya?? Dan karakter lain yg tentunya di hadirkan untuk membuat jalan cerita semakin menarik. Maka dari itu, lanjut baca sampai akhir cerita yaa... Untuk menambah semangat dan motivasi ku berkarya mohon di vote dan coment ya.. serta rekomendasikan cerita ini ke temen-temen kalian makasii.. Dan janlup Follow aku biar ga ketinggalan 🙏🙏 "Pembaca yang baik adalah pembaca yang meninggalkan jejak"
All Rights Reserved
#2
simpati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • My Duchess / End
  • GRIZLEN {On Going}
  • I LOVE YOU, KAK! [SUDAH TERBIT]
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Strongest Love in Jakarta
  • Being A Stupid Stepmother [END]

Kehidupanku biasa saja. Membosankan dan menyebalkan. Entah mengapa ibu-ibu kaum nyinyir melabeliku sebagai orang bermasalah. "Oke, aku kuat." Itulah yang berkali-kali aku tanamkan dalam benak. Kuat. Kesehatanku memburuk akibat kebiasaan hidup tidak sehat; begadang, telat makan, makan makanan rendah gizi, dan tambahan beban pikiran. Begitulah akhir kisahku, salah satu korban kerasnya kehidupan, berakhir. Sayangnya aku salah! SALAH BESAR. Aku justru terlempar ke dalam novel ciptaan temanku sebagai Laura. Aku tidak keberatan menjalani hidup kedua. Namun, beda cerita bila aku adalah si antagonis yang bahkan tidak memiliki aset bernilai jutaan. Izinkan aku hidup mewah! Mewah! Oke, lupakan mengenai hidup sebagai nona besar. Masa bodoh dengan plot, mengubah cerita, merayu tokoh utama, dan bersikap baik kepada Sarah, si FL. Berhubung aku menempati Laura ketika dia masih SMA, maka lebih baik aku mempersiapkan hidup di masa depan semapan mungkin. Dengan kata lain: Sayonara, wahai para tokoh mulai dari kelas kroco sampai kakap. Aku akan hidup mandiri dan silakan saling bunuh memperebutkan Sarah. Aku tidak peduli! Akan tetapi, semua karakter sepertinya ingin mengganggu rencana hidup mandiriku. Mulai dari FL yang ngotot ingin menolongku, ML justru menawariku aset senilai jutaan, bahkan Villain pun mulai berubah haluan mencari cinta. Pasti ada yang salah dengan mereka semua. Mereka aneh! ANEH. Oh tolong, tolong izinkan aku hidup damai. Oke?

More details
WpActionLinkContent Guidelines