MASIH INGATKAH KAU JALAN PULANG?

MASIH INGATKAH KAU JALAN PULANG?

  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 7, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Sep, kok kita enggak nemuin tempat penginapan yang pernah Niko bilang ya?" "Dia serius enggak?" "Atau kita yang dikibulin?" tanya Asep khawatir. "Gue kenal dekat sama dia. Gue tahu ciri-cirinya kalo dia bohong." "Jangan terlalu percaya sama orang, kali." "Kita cuman bisa tahu luarnya. Dalemnya? Mana tahu." "Ya." Wussssss~ Wussssss~ Suara angin yang mendesir di dekat daun telinga Denis dan Asep. Mereka terdiam karena mendengar suara itu. "Lo dengar enggak?" tanya Asep. Fuuuuu~ fuuuu~ Kini suara seseorang yang sedang bersiul. Kali ini mereka merasa panik dan sedikit ketakutan. Mereka melihat ada seseorang di balik pohon.
All Rights Reserved
#349
hutan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • YANG DIPANGGIL GUNUNG
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • THE LONG NIGHT
  • HUTAN BELAKANG SEKOLAH (End)
  • Hutan Terlarang [END]
  • Lightshadow

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines