ARENA

ARENA

  • WpView
    Membaca 76,295
  • WpVote
    Vote 6,300
  • WpPart
    Bab 72
WpMetadataReadLengkap Sen, Agt 12, 2024
Arya memperhatikan gadis itu, "suka, dia manis." "permen juga manis," sahut Rena kembali. "tapi dia lembut," jawab Arya tetap kekeh. "gulali lembut tuh." "gk, gulali sifatnya lumer kalau kena air." ~♥~ "kenapa kita gk bisa bareng?" tanya Arya mulai frustasi, menatap lawan bicaranya dengan serius. Rena mencoba untuk menahan hasrat ingin memeluk laki-laki di hadapannya, air mata mulai menggenang mengaburkan pandangan, rasanya sakit sekali. "karena kita beda." Satu kalimat, tiga kata yang mampu membuat seorang Aryana terdiam. Cekalannya perlahan-lahan melonggar sampai akhirnya benar-benar terlepas, kedua tangannya menggantung di sisi tubuh. "sampe sini aja yah, gue kesakitan," ujar Rena dengan air mata yang akhirnya jatuh juga. ~♥~ Baca gk? Baca gk? Baca gk? BACA LAH MASA ENGGA. kuy lah mampir, gk bakal nyesel di jamin, kalau nyesel uang nya kembali:) g canda. Cover by: Riyoss_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#536
kenan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • RION IS MY MANTAN!
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • KANARA [COMPLETED]
  • GLUKOSA [END]
  • AKSAFA (End)
  • GATARARA
  • Reina ( END )
  • DASA (END)
  • Menjemput Patah Hati

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan