Mae Ra

Mae Ra

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Mae Ra, si gadis tunggal yang tumbuh mandiri, putri dari mendiang jaksa hebat bernama Kyusang dan mantan pegawai restoran bernama Rae Sa. Beranjak umur 5 tahun, keduanya membesarkan dirinya dengan sangat dinamis dan hal-hal baru diusianya di kota Jinba. Keduanya meninggalkan Mae Ra secara bergantian karena sakit berat dan menghabiskan banyak waktu berbulan-bulan di rumah sakit. Dia tumbuh besar dan sehat bersama neneknya di desa Lukisar, 5 km dari desa asalnya sampai berusia 15 tahun. Tak terelakkan, neneknya pun berpulang menyusul anak dan menantunya itu. Terlalu dini dirinya terbalut sepi, hidup yang sunyi. Tiada lagi perintah untuk segera makan dan tidur. Dia bukan lagi pikiran untuk keluarganya, melainkan untuk dirinya sendiri. Terbalut kesepian yang begitu lama membuat dirinya begitu waspada untuk menyambut orang baru dalam hidupnya. Semua itu justru membuat teman-temannya ingin menarik dirinya sebagai sahabat mereka. Bagaimana Mae Ra menjalani kehidupan tanpa berbalut hangat di tempat teduhnya? Bagaimana cerita lingkar persahabatannya? 🌷 Mari bersahabatlah dengan si Mae Ra dengan membaca kisahnya! ☺️🌻
All Rights Reserved
#141
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Maliaza Ambaraningdyah
  • Renata Keyla ✔
  • DEVIAN [END]
  • This Is My Dream
  • Friendzone?
  • I Hate Rain
  • Cinta Syarifa (Completed)

NOTE// Cerita ini murni fiksi dan khayalan saya. Tidak bermaksud menyinggung kalangan manapun. Satu lukisan menarik perhatianku. Itu hanya lukisan hitam putih yang terlihat sangat tua berbingkai cokelat kayu, sederhana dengan seorang gadis yang mengenakan kebaya kuno duduk di sebuah batu besar. Gunung di belakangnya bahkan terlihat tunduk dengan keanggunan gadis itu. "Alia?" Meski mataku terbuka, aku tahu sebagian jiwaku masih ada di atas kasur. Lorong ini gelap dan aku mengantuk jadi pandanganku memudar. "Itu Lia?" Aku mengangkat tanganku menunjuk lukisan itu. Itu aku. Gadis di lukisan itu terlihat seperti aku. . Alia yang menghabiskan libur semesternya dengan pulang kampung dan menginap di Rumah Keluarga terlempar ke masa lalu ketika ia bangun dari tidurnya. Menghabiskan waktu dan hidup di dunia yang asing dengan tubuh yang bukan miliknnya. Bisakah Alia menjalani hidupnya? Bisakah Alia bertahan dari percobaan pembunuhan yang terjadi? Bisakah Alia kembali menemukan jalan pulang? Ataukah seseorang membuatnya tinggal?

More details
WpActionLinkContent Guidelines