Mission for Happiness

Mission for Happiness

  • WpView
    LECTURAS 2,691
  • WpVote
    Votos 554
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 30, 2021
Nakagawa Ren itu seperti mentari pagi yang gemar menebar kehangatan. Sentuhannya mampu mengusir kesedihan meski efek sampingnya bisa berupa kematian. Entah sentuhannya itu dapat disebut suatu keistimewaan atau mungkin sebuah kutukan. Sedangkan Viola Putri, ia selayaknya bintang yang bersinar terang meski diselimuti kelam. Gadis itu harus tetap bertahan walau masalah yang dihadapi membuatnya tenggelam semakin dalam. Hingga tiba ketika garis takdir keduanya bersinggungan. Ren yang semula mencintai Ola dalam diam dan hanya melihat dari kejauhan mulai berani mengambil tindakan. Inginnya mengulurkan tangan pada Ola yang hampir jatuh dalam kegelapan. Padahal di saat yang sama, nyawanya juga dipertaruhkan. Apakah Ren akan tetap pada keinginannya meski kematian menanti di depan mata? Atau ... Ola memilih untuk mengakhiri segalanya sebelum Ren sempat membantunya?
Todos los derechos reservados
#3
ola
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑 { 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃 }
  • SANGUANA LUMIRA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ORION [COMPLETED]
  • ketika senja menyapa
  • KEPERGIAN SENJA
  • Sororis Zone (Zeedel)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • NAVAJIVANA (Zeedel)

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido