Mission for Happiness

Mission for Happiness

  • WpView
    Reads 2,701
  • WpVote
    Votes 554
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 30, 2021
Nakagawa Ren itu seperti mentari pagi yang gemar menebar kehangatan. Sentuhannya mampu mengusir kesedihan meski efek sampingnya bisa berupa kematian. Entah sentuhannya itu dapat disebut suatu keistimewaan atau mungkin sebuah kutukan. Sedangkan Viola Putri, ia selayaknya bintang yang bersinar terang meski diselimuti kelam. Gadis itu harus tetap bertahan walau masalah yang dihadapi membuatnya tenggelam semakin dalam. Hingga tiba ketika garis takdir keduanya bersinggungan. Ren yang semula mencintai Ola dalam diam dan hanya melihat dari kejauhan mulai berani mengambil tindakan. Inginnya mengulurkan tangan pada Ola yang hampir jatuh dalam kegelapan. Padahal di saat yang sama, nyawanya juga dipertaruhkan. Apakah Ren akan tetap pada keinginannya meski kematian menanti di depan mata? Atau ... Ola memilih untuk mengakhiri segalanya sebelum Ren sempat membantunya?
All Rights Reserved
#3
behindthemask
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Antara ✔
  • ketika senja menyapa
  • Evanescent [END]✓
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Bunga Terakhir.Adelia
  • Where Are You?【Natio Family】
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Sororis Zone (Zeedel)
  • 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆 𝐅𝐋𝐎𝐖𝐄𝐑 { 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃 }

Terakhir kali bias jingga datang, Jagat sedang menikmati sorenya ditemani alunan musik yang sengaja diputar berulang-ulang. Sampai ketika senjanya benar-benar menghilang, Jagat masih enggan untuk beranjak pulang. Alasannya sederhana, Jagat hanya ingin menetap lebih lama, menyaksikan bagaimana sore berganti malam dalam kesendiriannya. Atau justru hanya sebuah kesengajaan agar perlahan-lahan Jagat terbiasa merasakan sakitnya ditinggalkan. Pelan-pelan. Agar lukanya tidak semakin dalam. Sampai ketika Jagat sadar, bahwa senjanya sudah lama terbenam, detik itu rasanya angin seakan berbisik tentang berbagai macam kehilangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines