Story cover for DIARY BERDARAH by Kiki_MD
DIARY BERDARAH
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 03, 2014
DIARY BERDARAH
Genre : Fiksi Horor Thriller
Karya : Maya Madu



Baju baru lagi, handpone baru lagi. Entah sampai kapan mereka porotin duit papahku. Kerjaannya cuman hamburin duit tanpa berfikir bahwa papah kerja banting tulang buat keluarganya. Well dikira aku cuman iri karena tak pernah bermewah-mewahan seperti mereka. Namun aku hanya jijik melihat tingkah mereka.

Apalagi saudara tiriku Lisa, anak kandung Mama Ani. Badannya rusak dengan zat kimia perusak syaraf--jenis morfin suntik hingga hirup pernah dicobanya. Entah Mama Ani pura-pura tak melihat atau justru Lisa terlalu mahir menyembunyikan kebiasaannya nyabu. Apa yang ia pikirkan dengan hal itu, entahlah. Persetan dengan kebiasaannya.

Juga Mama Ani yang terlalu munafik bersandiwara depan papah, sok perhatian di depan papah, namun menikam di belakangnya. Papah terlalu percaya dengan mulut manisnya hingga menutup mata atas kesalahan-kesalahan yang dia anggap biasa.
All Rights Reserved
Sign up to add DIARY BERDARAH to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)  cover
MIRROR DEVIL cover
Scond Life Fake Nerd cover
Diantara mereka cover
DOPAMINE [HIATUS] cover
DARREN AND FAMILY [ End ] cover
She is Dara cover
Senja di rumah sakit senja cover

PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)

51 parts Ongoing

"Ma, Jean ranking 2 mah" "Kok bisa turun sih bang? Mama udah kasih semuanya loh jangan bikin mama kecewa sama kamu! Kamu harapan pertama kita bang!" "Maafin atha ma, atha cuman dapet juara 2!" "Gimana sih kamu? Liat abang kamu aja bisa lebih dari itu! Kamu itu abang atha, kamu harus jadi contoh yang baik buat adek!" "Ma adek dapet ranking 3 doang ma! Maafin adek ya! Nanti adek berusaha lagi" "Udah gak papa dek! Mama maklum kok, udah sekarang kamu istirahat aja nanti sakit loh!"