Alone
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Caca seorang wanita berumur 17 tahun yang telah disakiti oleh pacar yang sangat dipercayainya, cinta yang duluan menghianatinya hingga dia memutuskan untuk pergi dari kotanya Untuk memulai kehidupan yang baru. Dia keluar kota dan kuliah di Universitas Talaga yang dikenal memiliki taman yang sangat indah Disana dia berusaha menghindar dari lelaki, namun ada satu lelaki yang tidak bisa untuk dia hiraukan, namanya Regal, seorang lelaki yang dibully, hanya Caca yang tahu kalau dia sangat tampan Semakin lama Caca dan Regal semakin dekat, hingga tak menyadari bahwa perasaan mereka ada untuk satu sama lain Mereka saling bercerita tentang kehidupannya, hingga saat Caca jatuh hati kepada Regal, Regal merupakan anak haram hingga Caca harus merahasiakan data diri Regal sesungguhnya, namun semuanya hancur saat seniornya yang tak lain adalah Setya mengancam menyebarkan rahasia Regal, dengan syarat Caca harus bertunangan dengannya Namun semuanya dibatalkan saat ayah Caca mengetahui semunya, dan disitulah Ayah Caca menerima Regal sebagai pendamping hidup Caca, Caca sangat senang mengetahui semuanya Namun dia lupa bagaimana sifat Setya yang sebenarnya, dan itu adalah hari terakhir dia menatap Regal, karna merasa tidak sanggup menahan sakitnya sepeninggal Regal, dia memilih untuk mengakhiri hidupnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Xagala
  • The Cleo & Love
  • FINDING A MIRACLE ( MIRACLE SERIES #2 ) ( COMPLETED )
  • REKSA: The Last Bell
  • Rembulan Dan Seisinya
  • SIMETRI
  • Naura & Lukanya
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines