Story cover for Tristeza by Kananga_Bande
Tristeza
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 14, 2021
Kamu diciptakan bukan untuk menemaniku selamanya. Tetapi hanya sementara...

Kamu Senjaku yang selalu datang dan pergi membawa kilau jingga, kamu pernah berjanji akan selalu kembali. Tetapi kamu tidak menepatinya, kamu hilang,pergi meninggalkan ku dalam ruang sepi diliputi kesedihan.




"KALAU AKU DIKASIH 1 KESEMPATAN SAMA TUHAN! AKU PENGEN KAMU KEMBALI JA!!" 

"JANGAN TINGGALIN ZIA!! JAJA JAHAT SAMA ZIA! JAJA JAHAT SAMA ZIA!!!" Teriak Zia histeris dengan air mata yang mulai deras membasahi wajahnya.

"SENJA!" teriak Zia saat Sang Surya mulai tenggelam, kilau jingga disekitarnya ikut muram ditelan kabut malam.
All Rights Reserved
Sign up to add Tristeza to your library and receive updates
or
#289juna
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
After J (Complete) cover
TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA cover
Senja dan Jingga  cover
JINGGANYA SENJA (Lengkap) cover
SENJA JINGGA cover
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
About You Radit! (Selesai + Revisi) cover
Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA] cover
After Djingga (Completed)  cover
SENJA KU SENJA MU cover

After J (Complete)

80 parts Complete

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.