AKSARLA

AKSARLA

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 22, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
"Urus saja hidup kamu sendiri. Dan jangan pernah ikut campur pada urusan hidup saya!" Hardik Angkasa pada gadis mungil, Starla. "Lalu apakah kakak betah bersikap seperti ini terus? Luka dimasa lalu itu, harus segera terobati kak. Berburuk sangka pada kisah, yang kenyataannya saja, kita tidak tau bagaimana. Jangan keras ke diri sendiri kak! Ada aku, bagikan semua luka itu." Usaha Starla menyadarkan Angkasa. "Iya, saya lelah dan saya gak betah! Tapi saya pun tahu, Kamu terlahir dari cantiknya gemerlap bintang. Sedangkan saya, saya berasal dari riuh nya semesta, manusia yang seharusnya tidak pernah ada, dan hadirnya saya pun tidak pernah di inginkan di dunia. Kamu gak pernah tahu apa yang saya rasakan, jadi jangan sok mengerti!" Lagi-lagi Angkasa membentak tidak suka. Yuk kepoin ceritanya! Baca ceritanya di sini!! Jangan lupa vote, comment, follow dan share ya !!
All Rights Reserved
#244
angkasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Angkasa [ Completed ]
  • KIARILHAM【END】
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • BULAN [END]
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • DANADYAKSA
  • AGATSA ( Cinta Si Gadis Bar-Bar)
  • Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines