LULUS SEKOLAH LANGSUNG MENIKAH

LULUS SEKOLAH LANGSUNG MENIKAH

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
"Yeay, kita lulus." Kevin memelukku erat. "Kita akan mewujudkan impian masing-masing, dan jika waktu nya telah tiba, kita berdua akan menikah," ucapnya semangat. Ya, memang sudah sejauh itu mimpi aku dan Kevin. Bingung harus bagaimana berekspresi, aku hanya tersenyum dengan tatapan kosong. "Kita gak bisa melanjutkan hubungan ini." Suaraku bergetar. Pria itu tampak terkejut, seketika raut wajahnya berubah. "Kenapa, Windi?" Dia mengguncang tubuhku pelan, meminta jawaban. "Aku dijodohkan. Mungkin sebulan lagi akan menikah," jelasku.
All Rights Reserved
#192
sadromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Rindu Senin Pagi
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • ARKASYA
  • He is My (Boy)friend ✔ [COMPLETED]
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Where's Home
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • DOSEN or PACAR  [Selesai]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines