"Coba dulu lu nerima gue, pasti gue jajanin telur gulung sama seblak tiap hari. Tiap detik juga gue jabanin, demi bidadari mah." sombong Razan sambil menyugar rambutnya kebelakang.
"Sombong amat upil kuda. Gue ga minat kalo makanannya dari lu," tolak Zanna mentah-mentah.
"Ga yakin gue, seorang Zanna Raquella Raspatih nolak seblak sama telur gulung," ujarnya meremehkan. Lalu ia mengangkat sebuah plastik berisi makanan yang dapat menggoyahkan iman Zanna.
Zanna meneguk salivanya susah payah, tangannya bersedekap didada dan memalingkan wajahnya dari Razan dan juga plastik yang pria itu bawa.
"Yakin ga mau?" tanya Razan dengan sebelah alis terangkat dan menggoyang-goyangkan plastik yang berisi seblak dan telur gulung itu di depan muka Zanna.
"Gak!"
"Yah...padahal gue udah beli jauh-jauh. Buang aja lah, gada yang mau makan ini," ujarnya cuek sambil mengambil aba-aba untuk melemparnya ke tong sampah.
Zanna melebarkan bola matanya, "Heh!mubazir tau!. Itu belinya pake duit ya codot. Karna gue rendah hati dan cinta agama, biar gue yang makan, daripada dibuang cuma-cuma. Dosa," sinisnya sambil merebut plastik yang hendak Razan buang.
Razan memutar bola matanya jengah. Bilang aja mau, gengsi amat! sedetik kemudian senyum miringnya tercetak jelas, "Kalo lu nerima seblak sama telur gulung nya, berarti lu nerima penawaran gue 2 tahun yang lalu dong?" tanya nya dengan alis yang naik turun menggoda.
Dahi Zanna menyerngit bingung, "Penawaran apa?"
"Mau ga lu jadi pacar gue?"
Kisah seorang perempuan yang labil pada perasaannya terhadap laki-laki yang dulu pernah mengungkapkan perasaannya tapi ia tolak.
Nah gimana ya kalo suatu hari ia jatuh cinta pada laki-laki itu?apa laki-laki itu masih mencintainya?apa ia bakal mengungkapkan kembali perasaannya?
🚫 warning!! beberapa kata mengandung unsur kekerasan 🚫
Tentang seorang lelaki gila yang terobsesi dengan adik sepupunya sendiri.
17+
°°°
content warning: smoking, alcohol, abusive language, kissing, promiscuity, dark romance, criminal acts, etc.