Mawar Hitam Berdarah

Mawar Hitam Berdarah

  • WpView
    Reads 28,437
  • WpVote
    Votes 1,623
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 25, 2022
Maria, seorang janda yang meminta cerai dari sang suami karena sudah tidak tahan dengan tekanan dari berbagai pihak. Mulai dari mertua yang selalu menyebutnya wanita cacat karena belum bisa melahirkan seorang anak untuk sang suami, suami yang tidak pernah membelanya malah terkesan ikut menyudutkan, dan yang paling menyakitkan saat suami menikah kembali, namun tidak pernah adil dalam memberi nafkah lahir maupun batin. Kini ia hidup seorang diri dan menetap di rumah peninggalan sang nenek. Rumah minimalis yang bersebelahan dengan rumah besar itu menjadi satu-satunya tempat bagi dia berlindung. Namun, ketenangannya terusik saat mendapati seorang pemuda tengah menyantap makanan yang dia buat untuk sarapannya. "Oh, kamu pembantu baru dirumah ini?" Tanya sang pemuda sambil memindai tubuh Maria dari atas kebawah. "Pe_pembantu kamu bilang?" Maria menggertakan gigi kesal. Pemuda itu bangkit menghampiri Maria yang mematung shok. "Yups. Ngomong-ngomong, Nuginya mana ?" Belum sempat Maria membalas, Nugy sudah berdiri diambang pintu sambil mengatur nafas karena kelelahan berlari.
All Rights Reserved
#77
madu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arista ( Tamat )
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)
  • AMNESIAL (END)
  • Naretta
  • DAILY JIJU
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Thirty Five (Completed)
  • Suck It and See (Complete)
  • Crazy Marriage
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~

" Melamar? " Pak Ari terkejut, lalu ia melihat hantaran yang ada dimeja. Iya ini lamaran. Batinnya "Iya pak, putri bapak sudah menyetujui bahkan sudah menyebutkan mahar yang diinginkan nya" terang Abimanyu. " Benarkah?" Pak Ari semakin kaget, Arista diruang tengah pun kaget. " Iya pak" jawab Prabu " Arista sini nduk" Arista menuju ruang tamu didampingi ibunya. Bu siti tersenyum kepada para tamu. "nduk,Iki mau (ini tadi) nak Prabu bilang mau ngelamar kamu, kamu katanya udah nyebutin mahar?" Arista bingung, lalu dia memandang prabu seketika itu dia teringat dengan obrolan tadi siang yang ia anggap hanya bercandaan namun diseriusi oleh Prabu. " Aduuh,aduh sakit pak" " dilamar orang gak ngomong main terima aja" pak prabu mencubit hidung anak nya " sekarang pandang-pandangan , karena kamu udah Nerima, kita langsung akad nikah sekarang"

More details
WpActionLinkContent Guidelines