neighbor < Renjun X Ningning

neighbor < Renjun X Ningning

  • WpView
    Leituras 253
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 3, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Gimana sih rasanya tetanggan sama oknum bernama muhammad juna anggara. senang? Ya iyalah itu yang dirasakan oleh ningsih putri adnan yang kerap di panggil ningning gadis 17 tahun itu sangat senang bisa tetanggaan sama juna gimana gak senang coba juna ganteng tapi ada satu hal yang kurang, juna itu cuek dan sifatnya dingin sedingin kutub utara tapi ningning tatap suka walaupun cuek "SELAMAT PAGI KAK JUNAAAA GANTENG" Sapa ningning ke juna yang lagi olaraga pagi di depan rumahnya Juna hanya melihat gadis itu sebantar dan dia langsung masuk di dalam rumahnya "Iss dasar es batu hidup, dingin banget sih kak tapi aku yakin bisa melelehkan es batu hidup itu liat aja nanti hehe" kata ningning dan dia langsung masuk kembali ke kamarnya
Todos os Direitos Reservados
#376
aespa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • It's Always Been You✔️
  • Rumah Ke Rumah | Na Jaemin
  • Jeno's
  • First Thing That We Have...? - Jeno x Ningning
  • The End (Bluesy 💙) END! ✔️
  • So beautiful my roomate
  • Winter
  • DIJODOHIN
  • Evanescent [END]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo