Father's Choice Mate

Father's Choice Mate

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya nikahkan dan saya kawinkan putriku Diana Agustina Prasetya binti Agung Prasetya dengan engkau Muhammad Salman Ibrahim dengan Mas kawin 10gram Emas di bayar tunai",ucap Agung dengan tenang kepada Salman. "Saya terima Nikah dan Kawin nya Diana Agustina Prasetya binti Agung Prasetya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai",dengan suara lantang Salman mengucapkan kalimat itu. "Bagaimana para saksi sah??"tanya pak penghulu memastikan. "Saaah",bergemuruh riuh satu ruangan dengan kata itu. "Haiii!",ucap sapanya,"selamat yah udah sah sekarang hihi"lanjutnya sambil menggoda. "Oh iya makasih yah Luh udah datang kesini gue seneng banget",balas Dian dengan senang,karna ia sudah lama tak bertemu sahabat SMP nya itu.
All Rights Reserved
#49
perlawanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Married With CEO
  • NANDA
  • Aturan Anti Cinta
  • Please, Love Me (END)
  • Mendadak Nikah (SUDAH TERBIT)
  • Wrong Dream
  • RE-SILIENCE (END)
  • MAJIKAN'KU JODOH'KU

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines