We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bunga Merah

Bunga Merah

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
FOLLOW SEBELUM MEMBACA FIRST STORRY, YUK MAMPIR :') "Jangan melihat kelopak bunga yang jatuh dari mawar dengan kesedihan, sama seperti kehidupan, hal - hal terkadangan harus memudar sebelum bisa kembali mekar" tak hentinya perkataanmu mengiang ditelingaku, kala itu sebelum dengan jahatnya aku meninggalkanmu. Mengapa kau bicara begitu? seolah kau sedang berdoa dan segera Tuhan kabulkan. Semoga yang memudar tak jadi sepenuhnya hilang, kuharap akan jadi kembali mekar. Dengan lebih indahnya ya...? Setelah semuanya, masih pantaskah aku bertanya. Wahai Tuan bagaimana kabarnya ? Semoga baik - baik saja :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Decoration of Seven Loves
  • Antara Aksara dan Kata
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Full Of Scratches
  • SPJU {Sadar Penuh Juga Utuh}
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Perihal Sandwich(End)
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • Sefrekuensi {ON GOING}

[Kisah baru 7 cucu Eyang Suro. Bisa dibaca dengan ataupun tanpa mengikuti cerita Terpaksa Mengejar Surga.] Setiap manusia punya cara untuk memperindah kehidupannya. Dengan mengabadikan setiap momen bahagia, berbagi canda dengan orang-orang kesayangan, membuat pesta kecil-kecilan, berburu senja sendirian, atau menciptakan mozaik doa lewat potongan-potongan luka. Sama seperti kalian, tujuh pemuda dalam kisah ini juga sedang mencari banyak cara untuk terus aman di tengah gurauan dunia yang kadang terasa berlebihan. Memilih untuk kembali mengudarakan tawa bersama sebagai obat pertama. Meributkan hal-hal tak berarti daripada pening memikirkan masalah seorang diri. Serta sibuk mendebatkan perkara recehan alih-alih sok bijak untuk menyambut baik satu takdir Tuhan. "Not her, but the bananas are my first love. God, thank you for creating this fruit." - Adyatama W. Arsaji - "Balikin iket rambut gue atau nggak ada sarapan hari ini." - D. Akmal Kenjiro - "Panggil kebo lagi, gue patahin leher lo." - Alfito Danar A - "Koko uwes, abang uwes, si bocil yo uwes. Target gue hari ini siapa lagi, yo?" - Senandika S. Bentala - "Siapapun tolong kasih gue pinjem baju. Kasihani gue, plis." - Anandatapa M. Raya - "Ada yang liat kaca mata item gue nggak? Stok masker gue kemaren di mana? Atau topi deh, gue pinjem bentar." - Nicola D. Alviananda - "Gue kangen banget sama si cantik. Dia lagi ngapain, ya?" - Ghifari I. Alvary - Decoration of Seven Loves moccamatha, 2024 #1 daylife [03-07-24] #3 heartwarming [28-06-24] © Hak Cipta Dilindungi oleh Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines