ADI LARA

ADI LARA

  • WpView
    LECTURAS 359
  • WpVote
    Votos 142
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 30, 2021
Semua baik-baik saja tanpa adanya kemaksiatan. Saat seseorang terjerumus dalam kemaksiatan, semakin lama kemaksiatan itu akan merusak hidupnya sedikit demi sedikit. Tak hanya merugikan dirinya sendiri, itu bahkan bisa merugikan orang lain, orang yang kita sayang. Seperti yang terjadi dalam kehidupan keluarga Adi dan Lara. Simak sampai selesai ceritanya everybadeh, semoga kalian suka. Happy reading..... story by : Penarhud
Todos los derechos reservados
#16
lara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • PUASA GEMERALD
  • Blunder #0 [BELUM REVISI]
  • Wait a Little Longer [Complete]
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi)
  • Sejenak Luka
  • Your Silence ✔  [TELAH TERBIT]
  • ADIOS [END]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido