Hiraeth
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 15, 2021
Semua orang memiliki rumah untuk kembali. Bagi Elara rumah tak lagi sama. Rumah bukan menjadi tempat yang aman untuk berlindung. Melainkan rumah ialah tempat terakhir yang ingin dia datangi. Elara tidak punya pilihan lain selain pulang kerumah. Elara ingin menjadi seperi remaja pada umumnya. Memiliki keluarga yang sempurna. Ia ingin berprestasi dibidang akedemik dan non akademik. Elara ingin memiliki sahabat yang selalu mendukungnya. Kekasih yang mencintainya apa adanya. Manusia bisa meminta, namun hanya Tuhan yang dapat berkehendak. Pengkhianatan dari sahabat terbaiknya adalah awal dari segenap masalah yang menimpah Elara. Dihancurkan oleh keluarga, Dikhianati oleh sahabat, dan dipatahkan oleh orang yang dicintai. Tidak mudah menjadi seorang Elara, harus bertahan ditengah hiruk piruk dunia. Disaat remaja lain berkecukupan dengan segala hal, Elara harus bejuang agar bertahan hidup. Permasalahan tersebut menjadikan Elara sebagai sosok yang baru, sosok asing yang tidak mereka kenali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Let Me Love You Longer
  • Rintik Hujan
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Suaraku Mati di Udara
  • One Last Time
  • GADIS LANGIT
  • Stupid Cupid
  • FIZYA
  • Epiphany [Completed]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines