Kontrak dengan Dia

Kontrak dengan Dia

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
Disclaimer! Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Warning! Mature (18+)!!! Emily adalah seorang wanita berumur 25 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan bisnis jepang, dia memiliki sahabat yaitu Cinta dan Kevin yang tak lain adalah teman sekerjanya. Emily sudah tidak mempunyai orang tua sehingga harus berusaha untuk dirinya sendiri agar bisa survive. Namun, hidupnya berubah ketika Emily memiliki Kontrak dengan Dia.... Setting tempat : Negara Jepang Penasaran dengan ceritanya? Yuk baca yuk, jangan lupa untuk support penulis dengan memberikan komentar dan star. Terima kasih^^
All Rights Reserved
#897
supernatural
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • AOI MEYRIN : I Meet The Devil
  • [END] The Cold Princess
  • 10 Days with My Devil [END]
  • Mission From Heaven (One Book version)
  • Against The Flow
  • MTL: Cinta harus ada setelah pengusiran setan
  • White Academy [Tamat]
  • PRINCE NORTH BABY

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines