We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PONDOK

PONDOK

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 26, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
Jihan, wanita yang hidup di dalam keluarga yang kaya raya. Kekayaannya justru ia pakai untuk hidup berfoya-foya untuk mencari kebahagiaan. Di tengah-tengah mencari kebahagiaan dunia, Jihan menemukan keajaiban yang bisa membuat hidupnya perlahan-lahan terasa membaik. Namun tak sampai disitu, Jihan harus menghadapi kedua orang tua yang sangat menentang Jihan dalam memperoleh hidup yang sebenarnya. Insya Allah bakal seru! Yuk mampir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit di Ujung Dapur (TERBIT)
  • IN THE WAKE OFF SHADOWS
  • pewaris yang terlupakan
  • Ikhlas Bersamamu
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • CEO itu suamiku
  • "Jejak Langkah Widya"
  • •Am I Him?• { Xodiac }
  • ZAYYAN GABRIELLA NARENDRA

Di sebuah rumah sederhana yang dindingnya mulai mengelupas dan atapnya bocor saat hujan turun, tinggal seorang ibu bernama Bu Saras, bersama ketiga anak lelakinya: Rega, Gibran, dan Damar. Mereka hidup dalam keterbatasan, namun dapur tua di belakang rumah selalu mengepul-bukan karena masakan yang mewah, tapi karena cinta dan harapan yang tak pernah padam. Setiap pagi, dari jendela kecil di ujung dapur itu, Bu Saras memandang langit yang sama-langit yang ia yakini akan menjadi saksi perjuangan anak-anaknya menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi Bu Saras, langit itu adalah simbol mimpi, doa, dan masa depan. Cerita ini mengikuti perjalanan panjang tiga anak laki-laki yang tumbuh dalam didikan keras namun penuh kasih seorang ibu yang memilih berlapar demi menghidupi mereka. Rega yang mengejar pendidikannya dnegan pengalaman, Gibran yang menemukan jati diri lewat seni, dan Damar, si bungsu yang diam-diam menyimpan impian besar yang bahkan tak berani ia ucapkan. Namun kehidupan tak selalu memberi waktu. Ketika mereka mulai mengecap sukses masing-masing, Bu Saras telah pergi-meninggalkan hanya kenangan dan langit biru di ujung dapur yang dulu menjadi saksi segalanya. Kini, mereka harus menemukan cara untuk membayar cinta yang tak pernah menagih, menyatukan kembali nilai-nilai yang diajarkan ibu mereka, dan menjadikan warisan paling sederhana itu-kasih sayang, ketekunan, dan ketulusan-sebagai pondasi kehidupan mereka. "Langit di Ujung Dapur" adalah kisah tentang cinta yang tidak bersuara, tentang pengorbanan yang tidak dipublikasikan, dan tentang bagaimana warisan paling berharga tidak pernah datang dalam bentuk harta-melainkan dalam bentuk arah dan makna hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines