Fated.

Fated.

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
All the things are connected, From saying Hello and Goodbye, Between First and Last, Not get along-get along, Until January to December. "Ka! Mau kemanasih?! Sini dulu itu bunda lo manggil juga!" teriak Mala seraya melempar sebelah sandal jempit yang tadinya ia pakai kearah Kafka-usaha agar Kafka mau menghentikan langkahnya. DUK... sebelah sandal perempuan itu tepat mengenai bagian punggung Kafka. "DUH SABAR KEK gue cuma mau kerumah Kaivar bentar ngambil speaker" balas Kafka dengan teriakan yang tidak kalah tinggi dengan Mala. Karena kesal ditimpuk sandal, ide jahil Kafka terpacu untuk melakukan hal yang membuat Mala semakin geram. "EH KAFKA KURANG AJAR! SENDAL GUE! AMBIL GAK?!?!" sandal jepit bermotif batik kebanggaanya dengan cantik mendarat sempurna diatas genteng rumah Kaivar. "Bodoamat siapa suruh nimpuk orang, AMBIL SENDIRI WOO" balas Kafka seraya menjulurkan lidahnya-meledek Mala. "ANAK SETAN!" ucap Mala sangat pelan agar umpatannya tidak didengar tetangga-tetangga rumahnya termasuk mamaya dan Tante Arum-bunda Kafka. Berhubung saat ini dia berada disekitar jalanan depan rumah Kafka. 10 detik setelah Kafka berhasil masuk kerumah Kaivar, ia memunculkan palanya untuk sekedar mengatakan "Woi! Kalah lagi lo, sama kayak nama lo selalu dibelakang. Dibelakang gue. Januari. Selalu terakhir" ujar Kafka memberikan kata-kata penutup atas ledekannya terhadap Mala. Selalu terakhir Selalu terakhir....
All Rights Reserved
#247
chaeyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Possessive Badboy [END]
  • AMISTAD✅
  • Partfect
  • Elvina [COMPLETED]
  • THE CLIMB [Completed]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Our September Moments (Complete)
  • IS IT LOVE?  [On Going]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines