Believe in love?

Believe in love?

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Jalan yang panjang dan rumit ini sangat sulit untuk ditebak. terlalu curam untuk dilewati namun menantang untuk dihadapi. Perjalanan panjang ini membawaku ketitik dimana aku dihadapi banyak hal. Cinta, pertemanan, kehidupan ini membuat ku terombang ambing dalam kesepian. Tak tau harus melangkah kemana, kebingungan ini terasa begitu nyata dan menyulitkan hingga membuatku tak sanggup untuk menentukan harus terus berjalan atau berhenti. Apakah benar cinta itu ada untuk menemani kesendirian? Atau cinta ada hanya untuk menyulitkan? Berbagai persepsi cinta tak dapat ku mengerti. Lantas apakah aku harus percaya cinta? girls_lovely
All Rights Reserved
#890
ara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detik Terakhir
  • love ruins
  • PASSIVE VOICE (END)
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Mengikat Hati [✓]
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Kekasih Terhebat (DIBUKUKAN)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines