Hati Yang Lelah

Hati Yang Lelah

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 27, 2022
Namanya Assyifa, seorang ramaja bisa yang menjalani hidupnya yang luar biasa. Hidup berdua dengan sang Bunda, bukanlah sesuatu yang membuatnya bersedih. Baginya broken home bukanlah hambatan. Disaat anak seusianya menghabiskan banyak waktu untuk bermain dan bersenang-senang, ia berbeda. Disaat anak-anak seusianya membanggakan Ayah mereka, maka ia sangat mengagumi sosok sang Bunda. "Aku tidak membutuhkan simpati dan rasa kasihan Anda, aku hanya membutuhkan Bundaku. Bundaku yang membesarkanku dengan kasih sayang, bukan Anda yang tiba-tiba muncul setelah saya dewasa. Aku tidak membutuhkan seorang Ayah yang kubutuhkan hanya Bundaku. Aku lelah, Hatiku lelah dengan semua ini. Kumohon pergilah, anggaplah semua ini tidak pernah terjadi. AKU BUKAN PUTRIMU" Assyifa.
Todos los derechos reservados
#912
dokter
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Bercerita dalam Hampa
  • Diary Nuwa
  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • Welcome To Our Life
  • Bidadari untuk Ayahku [END!]
  • Cinta untuk Aisha
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • MENCOBA HIJRAH DAN TETAP ISTIQOMAH
  • Aseano Samudra [End]

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido