JARAK
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2024
"Lo Masih suka aja ngiris tangan, mending Lo ngiris bawang sana" ucap seseorang yang baru aja sampai di rooftop Tanpa berbalik pun Dean tahu siapa orang itu "Lo gak usah sok tahu" "Apa yang gue gak tahu?, Hari ini Lo pakai hoddie itu artinya semalam Lo baru ngiris tangan Lo kan" "Segitu gak bisanya Lo Nerima takdir?" Tanya gadis itu lagi "Takdir mana yang belum gue terima, takdir kalau gue anak pelacur, atau takdir kalau gue emang gak akan pernah bisa bahagia" "Kalau Lo Nerima takdir Lo gak akan ngiris tangan Lo" ucap gadis itu sambil berjalan mendekati Dean "Untuk apa Lo ngiris tangan Lo? untuk ngalihin rasa sakit bukannya hidup Lo udah sakit gak usah nambah sakit di tubuh lo, atau Lo pengen mati kalau Lo mau mati mending Lo sekarang lompat dari sini gue yakin Lo langsung ke neraka" lanjut gadis itu "Lo gak usah sok ngajarin gue, gue sama Lo itu sama" balas Dean "Stop it, gue sama Lo beda, gue bisa Nerima takdir gue sementara lo enggak, gue bisa ngalihin rasa sakit gue ke lain hal bukan ngiris tangan kek orang tolol" Dean hanya memandang ke bawah "Gimana kalau besok dia sadar? Dia marah atau dia akan benci sama Lo? Hmmm menarik gue harap semoga dia cepat sadar ya" "Anjing Lo" umpat Dean Gadis itu hanya tersenyum dan hendak pergi meninggalkan Dean di rooftop sebelum melangkah gadis itu mendengar apa yang Dean ucapkan "Lo kenapa sih suka banget usik ketenangan gue" lirih dean
All Rights Reserved
#496
menyesal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • About Aneska
  • ANELKA CALVARY
  • Memorable
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • dimana janji tersebut
  • Fall And Love

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines