Story cover for JARAK by ngriyani2929
JARAK
  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jul 16, 2021
"Lo Masih suka aja ngiris tangan, mending Lo ngiris bawang sana" ucap seseorang yang baru aja sampai di rooftop

Tanpa berbalik pun Dean tahu siapa orang itu

"Lo gak usah sok tahu"

"Apa yang gue gak tahu?, Hari ini Lo pakai hoddie itu artinya semalam Lo baru ngiris tangan Lo kan"

"Segitu gak bisanya Lo Nerima takdir?" Tanya gadis itu lagi

"Takdir mana yang belum gue terima, takdir kalau gue anak pelacur, atau takdir kalau gue emang gak akan pernah bisa bahagia"

"Kalau Lo Nerima takdir Lo gak akan ngiris tangan Lo" ucap gadis itu sambil berjalan mendekati Dean

"Untuk apa Lo ngiris tangan Lo? untuk ngalihin rasa sakit bukannya hidup Lo udah sakit gak usah nambah sakit di tubuh lo, atau Lo pengen mati kalau Lo mau mati mending Lo sekarang lompat dari sini gue yakin Lo langsung ke neraka" lanjut gadis itu

"Lo gak usah sok ngajarin gue, gue sama Lo itu sama" balas Dean 

"Stop it, gue sama Lo beda, gue bisa Nerima takdir gue sementara lo enggak, gue bisa ngalihin rasa sakit gue ke lain hal bukan ngiris tangan kek orang tolol"

Dean hanya memandang ke bawah

"Gimana kalau besok dia sadar? Dia marah atau dia akan benci sama Lo? Hmmm menarik gue harap semoga dia cepat sadar ya"

"Anjing Lo" umpat Dean 

Gadis itu hanya tersenyum dan hendak pergi meninggalkan Dean di rooftop sebelum melangkah gadis itu mendengar apa yang Dean ucapkan

"Lo kenapa sih suka banget usik ketenangan gue" lirih dean
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir JARAK a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#193menyesal
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Sudut pandang (felisha) de alghisty_
7 partes Continúa
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
BarraKilla de novaadhita
64 partes Concluida
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
KISAH TANPA ENDING ✓ cover
Sudut pandang (felisha) cover
BarraKilla cover
ALSTARAN [END] cover
ANELKA CALVARY cover
Fall And Love cover
dimana janji tersebut cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Memorable cover

KISAH TANPA ENDING ✓

38 partes Concluida

"Gila... Ini gila" "G-gue transmigrasi? Sial!" "Gue bakal menjauh dari mereka semua, gue gak mau mati sia sia" -Ranaya *** "Selagi lo hidup, lo gak bakal bisa ngejauh dari gue Ranaya. Dan jangan pernah berpikir untuk mati demi bisa ngejauh dari gue" "Karna gue gak bakal ngizinin lo mati" -Someone 1 *** "Yaya cantik kenapa menjauh dari kami sih? Kami salah apa sebenarnya?" -Someone 2 "Kalian gak salah, yang salah itu takdir. Dunia ini terlalu gila buat gue yang waras" -Ranaya. *** "Lo salah karna lahir ke dunia, Ranaya" -Someone 3 ---------------------------- Langsung baca aja beb😉