INTO YOUR EYES

INTO YOUR EYES

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 17, 2021
Avella Paradipta Alunan musik dan donat manis membuat suasana Avella Paradipta semakin senang. Mereka adalah perpaduan yang sangat indah untuk disatukan. Akan tetapi bagaimana jika komposisi itu bertambah dengan hadirnya seorang laki-laki dingin bermata tajam yang sangat indah dihidupnya."Ohh tidak, mata tajam itu sangat berbahya untuk diriku" Davin Mawira Paras cantik itu terlihat gugup setelah menatap mataku. Kenapa dia seperti itu? bahkan kita tak saling mengenal. Hanya saja sepatuku tak sengaja menginjak kaki berbalut high heels terbuka ketika aku ingin berbalik untuk pergi dari gerai donat langganan ibuku yang berada di bandara sore hari itu. "Sial, wajah itu tak ingin pergi dari pikiranku sejak pertemuan pertama kita"
All Rights Reserved
#400
cewek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Eramnesia
  • [END] - Inner Beauty
  • BE A RAINBOW
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Eh, Mars!
  • The Wind Blows
  • 10 Pertanda Cinta
  • DESNINE [END]
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines