Genre:Fiksi remaja,Romastis,Baper,Humor
REYNZI (Reysa Magatha and Kenzi Renand Abraham)
Kisah/cerita tentang Reysa dan Kenzi
-Bad boy,cool,dingin,ketua dari gang crash'em
Kenzi Renand Abraham seorang murid bandel yang terprediksi mendapat gelar cowok "pintu kulkas 90⁰",sifat cool,dinginnya yang membuat semua para siswa SMA KEJORA BANGSA menohok atas ketampanan yang ia miliki, berperawakan tinggi,tegap,dada bidang yang kokoh,kulit putih,rambut tersugar kebelakang,dengan pakaian selalu dibuat berantakan membuat cewek manapun terpana melihat ketampanan dari seorang KENZI RENAND ABRAM
Baginya "dia" tidak peduli akan soal perempuan
Meskipun begitu,Kenzi tidak pernah jatuh hati kepada jajaran para perempuan,yang ia pedulikan hanya gang,gang,dan gang.
Siapa sangka seorang dengan sifat kulkasnya bisa luluh dengan satu cewe yang berparas cantik,kecil mungil, cerewet,dan yang paling misterius dia adalah seorang KETUA OSIS DI SMA KEJORA BANGSA. "REYSA MAGTHA" seorang Reysa bisa meluluhkan pintu kulkas 90° dengan aksi cerewet nya yang membuat seorangan KENZI RENAND ABRAHAM Tunduk meleleh dan selalu mengganggu Reysa.
Di balik Kenzi yang pintar menutupi sebuah perasaan,dengan cara selalu mengganggu nya.
"Gue gak bisa interaksi sama perempuan,tapi Lo,Lo buat gue luluh dengan satu sifat Lo "CEREWET" yang membuat gue mencair dari sifat dingin gue"
Akankah Reysa menyadari semuanya?Entahlah.
By:dinaandin
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!"
Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman??
Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri.
***
"Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu.
"Sakit bangs*t!!" Umpatnya
"Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi.
"Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!"
***
"Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan.
"Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya.
Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.
"Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava.
"Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal.
***
"Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!"
***
"Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel.
"Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis.
"Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!"
***
Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan.
"Lo suka cewek kelas sana ya va?"