Swordmaster At Girls School

Swordmaster At Girls School

  • WpView
    Reads 876
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 28, 2022
Aku dipindahkan dari sekolah lamaku ke sebuah sekolah yang tidak aku kenal "Semoga tidak terjadi hal itu lagi" Aku masuk dan menemukan bahwa mayoritas gadis membawa senjata, dan yang memanggilku ke sekolah itu adalah orang yang sudah mengenalku sejak lama. Aku disuruh untuk memimpin para laki" agar tidak ditindas oleh para perempuan, kalau tidak maka aku harus menggantikan orang itu untuk menjadi kepala sekolah, itu juga membuatku harus mengeluarkan kekuatan yang aku sembunyikan. Kalo Suka jangan lupa Like dan Votenya, sekalian follow untuk mendapatkan notifikasi novel baru lainnya yabg gw tulis. Note : Hiatus selama beberapa bulan karena suatu keadaan!
All Rights Reserved
#683
sword
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Ghost or Love
  • Looking For Happiness
  • THE DESTINY
  • EIGHT FRIENDS          "dan Kisahnya"
  • High School DxD : DX.2
  • 🍂 Dede Haechan 🐾🧸🐾🌼🍂
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines