Saddam Kalingga

Saddam Kalingga

  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 15, 2021
Follow dulu sebelum membaca♡♡♡ Adam tidak bucin ke Nara selama sehari, impossible. Adam tidak caper ke Nara selama sehari, impossible. Adam melewatkan pre order album blackpink, impossible. *** Melihat Nara yang tengah fokus pada kelinci-kelinci di depannya, Adam tersenyum simpul, gadis di sampingnya itu menggendong juga mengusap kepala kelinci lucu itu seperti apa yang dilakukan pengunjung lainnya. "Ra," panggil Adam. "Iya?" "Lo kalo gak jadi manusia, mau jadi apa?" "Kelinci," jawab Nara tanpa berfikir lebih dahulu. "Kelinci? Kenapa?" Nara menyunggingkan kedua sudut bibirnya keatas sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di mana para pengunjung Cafe itu nampak berbahagia bermain dengan kelinci. "Kalo jadi kelinci banyak yang suka, banyak yang sayang," ucap Nara. "Kalo, lo?" Kini giliran Nara yang melemparkan tanya. "Tadinya gue mau jadi anjingnya jennie blackpink, tapi gajadi, mau jadi kelinci aja kaya lo," ucap Adam yang membuat Nara mengerutkan dahinya. "Kenapa?" "Ya, kalau gue jadi anjing, gue gabisa nikah sama lo dong, mana ada sejarahnya kelinci nikah sama anjing," kata Adam yang membuat Nara tertawa. "Btw, Ra. Lo gak perlu jadi kelinci buat disayang sama orang. Tetep jadi Nara kaya gini aja, gue bakalan sayang terus sama lo," lanjut Adam menatap Nara dengan netra coklatnya. 17.07.21
All Rights Reserved
#605
2021
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Undefinable
  • Om Barra [TERBIT]
  • ON SIGHT (Completed)
  • AL - TA [END]
  • ARGA [TAMAT]
  • She is Queen
  • ✔️You're Mine
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • EMERAL (TELAH TERBIT)

Shafa, gadis dengan peringkat lima dari bawah itu adalah gadis yang periang, namun menjadi pendiam ketika berada di rumah. Merasa dibedakan, membuat Shafa menjadi pribadi yang berbeda dengan Shafa yang sebelumnya. Fabian, tetangga Shafa yang mengaku memelihara anjing itu juga memiliki otak sebelas dua belas dengan Shafa. Brandal kelas, sebutan yang pantas untuk mereka. Menyadari sedang ditatap oleh Shafa, Fabian nyaris tersedak. Setelah menutup botolnya, Fabian menyentil kening Shafa. "Hobi banget liatin gue." Shafa menggeleng, "Jakun itu asalnya darimana sih, Bian? Waktu kecil lo keselek batu ya?" Fabian melongo. Shafa ini kenapa sih? Lagi, ia menoyor kepala Shafa. "Kalo gitu gue juga tanya, payudara itu asalnya darimana sih, Shafa?" Shafa menghendikkan bahunya, "Mungkin waktu kecil gue keselek apel dua biji. Nyangkutnya disana," sahutnya, santai. Fabian yang merasa gemas langsung mencubit kedua pipi cewek itu, "Shafa yang imut mirip dugong makin hari makin bego aja ya? Kebanyakan makan mie instan sih lo!" #1 in fiksiremaja pada 31 Desember 2019 #73 in teenfiction out of 130k cerita pada 16 April 2020 Start: 26 April 2019 Finish: 7 April 2020 FOLLOW​ SEBELUM​ MEMBACA​ Copyright ©2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines