DILM (Dear Is Love Makkah)

DILM (Dear Is Love Makkah)

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 28, 2021
Hidup berjalan seiringnya waktu, menit, detik, jam, dan tahun. Aku yang dulunya hanyalah seorang wanita yang penuh dengan ke glamor an, bisa sampai pada titik dimana aku merasakan kenyamanan dengan pribadiku yg kini. Teruntuk kamu, pria yang telah diciptakan-Nya untukku, terimakasih, terimakasih karnamu aku mampu tertatih kembali bangkit dari segala kegelapan duniaku. Dan ini lah kisahku.. Note: Jangan lupa vote ya, komen juga, Author kan butuh sarannya juga😁 Semoga terhibur🙌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • ALVIN (On Going)
  • kisah kasih di pesantren
  • Math & You. #2 [completed]
  • Khayalku
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Your My Brother
  • You're Got Me?
  • Embun Pagi
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines