Down The Road With The Remaining Of It All

Down The Road With The Remaining Of It All

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 14, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Tagsdrama
[Tentang Michael, yang menunggu hujan terlalu lama.] Bintang bergemerlap bagaikan cahaya yang berseri-seri tak terbatasi. Namun nyatanya, mereka hanya kumpulan gas yang akan selalu ditekan oleh alam semesta. Sendirian dan begitu jauh dari kawan-kawannya yang serupa. Mungkin Michael, sudah terlalu lama menunggu hujan. Namun ketika rintikan itu datang, dia terhujami semuanya. Semuanya tak bisa dia batasi. Bahkan diterima dan diadaptasi. Layaknya ikan kecil dihadapan ikan besar, tak berdaya dan menyendiri ketakutan bersembunyi dibalik karang yang sudah siap hancur berkepingan. Hanya pertanyakan mengenai nasibnya dia harapkan. Dan Michael, tetap ada pada pandangan berandainya pada sang langit. "Akankah hujan lama untuk reda?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • My Heart Boat
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Laut dan Langit
  • Di Antara Keheningan
  • Pelangi sehabis hujan
  • ZIELA
  • RAIN

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines