Madame Elys The Fortune Teller | Bahasa Indonesia

Madame Elys The Fortune Teller | Bahasa Indonesia

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Karya ini adalah sebuah karya fiksi belaka. Jika terdapat suatu kesamaan nama, karakter, insiden, tempat kejadian dan dialog adalah hasil dari imajinasi penulis. Setiap kemiripan dengan kejadian aktual atau orang, hidup atau mati adalah suatu kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Madame Elys the fortune teller © 2021, littlelma | All Rights Reserved. © All Rights Reserved
All Rights Reserved
#506
newadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in the Making [END]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Dear Future (new version)
  • asmarandana ✓
  • After Second Marriage(Completed)
  • Not As Beautiful As Love Should Be (TAMAT)
  • Perfect Butterfly🦋
  • Play Pretend  | Red Series No. 1
  • You're Mine
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel

[Reading List @RomansaIndonesia - SPOTLIGHT ROMANCE OF NOVEMBER 2023] Menjadi lebih dekat dengan seorang Adhyaksa Januar merupakan suatu hal yang tak pernah berani Xenna Adhika bayangkan, apalagi menjalin yang namanya sebuah hubungan romantis. Namun, Xenna melupakan fakta bahwa skenario Tuhan memang selalu penuh kejutan. Dan, di usia Xenna yang ke-22, kedua hal tersebut nyatanya betul-betul terjadi dalam hidupnya. Hubungan itu pada akhirnya berhasil dibangun dengan berbagai ketakutan--akibat segala permasalahan yang sudah menimpanya--yang berusaha Xenna abaikan. Awalnya memang berjalan tanpa halangan, sampai apa-apa saja yang Xenna khawatirkan perlahan-lahan mulai berdatangan. Lantas, tibalah pada satu masa di mana Janu dan Xenna nyaris meratapi kehilangan. Adalah sebuah masa, di mana sepasang insan tersebut dihadapkan oleh kenyataan bahwa kemungkinannya, seluruh waktu yang telah mereka habiskan guna menciptakan berbagai momen berharga hanya akan berakhir menjadi serangkaian memori yang mampu mengundang kepahitan kala dikenang-kenang. --- © June 2023 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines