PENGACARA [ON GOING]

PENGACARA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata PENGACARA? Sebuah pekerjaan? Yah, memang pekerjaan Pengangguran Banyak Acara sebuah pekerjaan bukan? Gagal diterima kuliah Gagal diterima kerja Saat diterima kerja malah dipecat Kalian akan melihat sisi kehidupan seorang remaja baru tamat SMA yang tertatih-tatih menata hidupnya. Jatuh bangun disana-sini. Dan ketika sudah lelah dengan hidupnya ia berkata: "Ah, udahlah! Gue mau nikah aja!" Hmm, apakah dengan menikah berarti tidak perlu menata masa depan hidupmu lagi?
All Rights Reserved
#5
lulus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • kita berbeda (End)
  • Don't Talk About Money
  • Arsyilazka
  • CAKRA KEEGAN TARIQ [Revisi]
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Aturan Anti Cinta
  • Backstreet In Office [Tersedia Di NovelLife]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines